Wednesday, April 29, 2009

ANTROPOLOGI VISUAL

Pendahuluan

Antropologi visual merupakan sub-disiplin baru dalam dunia antropologi secara keseluruhan, walaupun dalam kenyataannya sekarang ini keberadaan antropologi visual sebagai suatu sub-disiplin antropologi dipertanyakan, sebagai suatu sub-disiplin antropologi tentunya antropologi visual sudah jelas menggunakan metode antropologi, akan tetapi apakah antropologi visual memiliki kontribusi bagi antropologi itu sendiri, tentunya hal ini tinggal menunggu waktu saja.
Kebiasaan para antropolog pada umumnya yang mengungkapkan hasil karya etnografi dalam bentuk tulisan menjadikan antropologi visual dengan pendekatan secara visual menjadi suatu yang baru, secara aplikasi maupun teoritik antropologi visual dapat menghadirkan suatu bentuk visual dalam suatu karya etnografi, berbeda dengan hasil karya etnografi yang dituangkan dalam bentuk tulisan, hal ini perlu menggunakan imajinasi para pembaca hasil karya etnografi tulisan tersebut.

Pendekatan Teknologi dalam Antropologi Visual

Seiring semakin bertambahnya waktu maka semakin berkembang teknologi, hal ini merupakan suatu hal yang mutlak terjadi. Berkembangnya kemampuan teknologi menyebabkan segala hal yang dahulunya mungkin berkembang dalam alam imajinasi dapat menjadi suatu yang nyata, perkembangan teknologi tidak dilewatkan oleh antropologi, dapat dilihat begitu banyaknya hasil karya etnografi yang memasukkan unsur teknologi dalam hasil karya etnografi sebagai contoh yang paling sering dilihat adalah hasil karya fotografi, akan tetapi pada kenyataannya hasil fotografi yang masuk dalam penulisan etnografi merupakan suatu media penyampaian yang bersifat statis, fotografi kurang bisa menangkap momen-momen yang penting yang dijelaskan dalam etnografi, sebagai ilustrasi dapat dikatakan bagaimana seorang antropolog yang menuliskan karya etnografinya dengan menggunakan hasil karya fotografi dapat menjelaskan suatu gerakan tarian yang didalamnya terdapat makna-makna yang tersirat ? tentunya hal ini yang menjadikan antropologi visual sebagai suatu jalan keluar dari masalah ini, antropologi visual tidak hanya menyajikan suatu hasil etnografi dalam bentuk tulisan dan gambar foto akan tetapi hasil etnografi dapat dihadirkan dalam bentuk audio maupun secara visual. Sebagai catatan tentunya para antropolog yang menggunakan antropologi visual dalam menyajikan hasil etnografinya menguasai dasar-dasar penggunaan alat-alat teknologi audio dan visual agar dalam hasil etnografinya unsur audio, visual dan antropologi dapat dirasakan oleh orang yang melihatnya.
Antropologi visual juga memiliki beberapa kekurangan yang disebabkan oleh teknologi yang dipergunakan dalam pendekatan antropologi visual tersebut, teknologi audio visual memungkinkan bagi para penggunanya untuk melakukan manipulasi hasil audio visual, hal ini tentunya dapat diatasi apabila para antropolog menguasai teknologi audio visual tersebut secara menyeluruh. Unsur peralatan teknologi juga menjadi kendala dalam antropologi visual dikarenakan hasil-hasil teknologi berkembang dengan pesatnya dalam waktu yang singkat tentu bukan hal yang bijak apabila seorang antropolog harus menguasai dan memiliki seluruh peralatan teknologi tersebut, tetapi kemampuan dasar penggunaan peralatan tersebut merupakan hal mutlak yang harus dimiliki setiap antropolog yang memilih penggunaan peralatan audio visual dalam menuangkan hasil karya etnografi.

Pendekatan Antropologi dalam Antropologi Visual

Antropologi sebagai suatu ilmu yang berbicara tentang kebudayaan manusia, suku bangsa dan kehidupan sosial tentunya memiliki konsekuensi atas teori, metode dan aplikasi. Antropologi visual sebagai sub-disiplin ilmu antropologi tentunya memegang konsekuensi yang juga dimiliki oleh antropologi. Banyak para antropolog yang menyangsikan antropologi visual sebagai sub-disiplin dalam antropologi, pada umumnya mereka beranggapan bahwa antropologi visual belum memberikan kontribusi bagi perkembangan antropologi itu sendiri dan hal ini menjadi perdebatan dalam dunia antropologi, sebagai hipotesa atas semua ini apakah mereka yang menentang antropologi visual sebagai sub-disiplin dalam antropologi menyadari bahwa sebelum munculnya antropologi visual hasil etnografi yang ada hanya menampilkan tulisan dan gambar yang statis yang memerlukan daya imajinasi dalam membaca hasil etnografi tersebut, dalam hasil etnografi menggunakan antropologi visual tentunya imajinasi juga diperlukan akan tetapi beberapa keterbatasan yang selama ini muncul dalam setiap hasil etnografi yang diungkapkan dalam bentuk “tradisional” akan pudar dengan sendirinya apabila dibandingkan dengan hasil etnografi secara visual maupun audio visual.
Teori-teori antropologi seperti fungsional oleh Malinowski, struktural oleh Levis-Strauss dan sibernetika oleh Kluckhon serta yang lainnya akan terbantu dengan adanya antropologi visual karena ada beberapa bagian yang hanya dapat dijelaskan dalam bentuk asli kebudayaan itu sendiri, sebagai contoh bahasa sebagai salah satu dari tujuh unsur kebudayaan diungkapkan dalam bentuk tulisan dan pengucapan tentunya akan muncul kesulitan dalam mengungkapkannya, karena dalam hal penulisan tentunya akan muncul persepsi yang berbeda-beda dari yang membacanya begitu juga dengan pengucapan. Apakah pengucapan nama suku seperti suku !Kung Bushmen akan sama pengucapannya antara anggota suku tersebut (insider) dengan orang yang berada diluar suku tersebut (outsider), tentunya akan menjadi berbeda karena latar belakang budaya yang berbeda antara keduanya, antropologi visual merupakan suatu hal yang dapat menjembatani hal-hal tersebut. Keberadaan antropologi visual yang sekarang ini sengit diperdebatkan tentunya menjadi masukan bagi calon antropolog maupun antropolog agar dapat menjadikan dan menganggap keberadaan antropologi visual sebagai suatu kunci pembuka kepada suatu hal yang lebih besar yang sekarang ini mungkin belum dipahami sepenuhnya dan dari suatu yang sederhana akan menjadi suatu hal yang maju dengan antropologi visual, tinggal bagaimana para antropolog menyikapi keberadaan antropologi visual dengan konsekuensi antropologi sebagai teori dan metodenya.

KESIMPULAN

Dalam hasil-hasil karya etnografi para antropolog pada umumnya masih pada tingkatan menyajikan karya etnografinya melalui tulisan, adapun gambar atau visualisasi terhadap kenyataan dilapangan hal itu merupakan suatu data pendukung terhadap karya etnografinya, sekarang saatnya memikirkan bagaimana menyampaikan hasil karya etnografi dalam bentuk visual, bukan lagi menjadikan visual sebagai data pendukung atau instrumen pembantu tetapi sebagai instrumen utama dalam karya etnografi.
Banyak para antropolog yang menolak kehadiran antropologi visual sebagai sub-disiplin baru dalam antropologi tapi sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada awal proses timbul dan berkembangnya ilmu antropologi juga mengalami kejadian yang sama, justru pada saat sekarang ini dimana seluruh sendi kehidupan telah dirasuki oleh kemajuan teknologi mengapa justru sikap skeptis yang muncul dalam menyikapai kehadiran antropologi visual, karena sesungguhnya secara nyata antropologi visual dapat membuka cakrawala para antropolog untuk melihat hal yang sesungguhnya bukan melalui penafsiran, imajinasi dan lain sebagainya, antropologi visual menampilkan hasil karya etnografi secara nyata sehingga dapat menjelaskan secara mendetail apa yang terdapat dalam suatu hasil karya etnografi.

sumber : Avena Matondang

0 comments:

Post a Comment

 

Skripsi KITA

Site Info

Antropologi, Budaya dan Sejarah Copyright © 2010 Akran Mogerz is Designed by Akran Mogerz for About Me