Wednesday, April 29, 2009

ARTI DAN FUNGSI MUSEUM


Pengertian Museum
Sumber-sumber museum mpu Tantular
Sejarah Berdirinya museum mpu Tantular
Arti dan maksud pemberian nama mpu Tantular

Museum berasal dari bahasa Yunani: MUSEION.
Museion merupakan sebuah bangunan tempat suci untuk memuja Sembilan Dewi Seni dan llmu Pengetahuan. Salah satu dari sembilan Dewi tersebut ialah: MOUSE, yang lahir dari maha Dewa Zous dengan isterinya Mnemosyne.
Dewa dan Dewi tersebut bersemayam di Pegunungan Olympus. Museion selain tempat suci, pada waktu itu juga untuk berkumpul para cendekiawan yang mempelajari serta menyelidiki berbagai ilmu pengetahuan, juga sebagai tempat pemujaan Dewa Dewi.

Pengertian Museum dewasa ini adalah:
"Sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan pengembangannya, terbuka untuk umum, yang memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan, untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan dan kesenangan, barang-barang pembuktian manusia dan lingkungannya". (Definisi menurut ICOM = International Council of Museeum / Organisasi Permuseuman Internasional dibawah Unesco). Museum merupakan suatu badan yang mempunyai tugas dan kegiatan untuk memamerkan dan menerbitkan hasil-hasil penelitian dan pengetahuan tentang benda-benda yang penting bagi Kebudayaan dan llmu Pengetahuan.

Musem mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. Pusat Dokumentasi dan Penelitian llmiah 2. Pusat penyaluran ilmu untuk umum 3. Pusat penikmatan karya seni 4. Pusat perkenalan kebudayaan antar daerah dan antar bangsa 5. Obyek wisata 6. Media pembinaan pendidikan kesenian dan llmu Pengetahuan 7. Suaka Alam dan Suaka Budaya 8. Cermin sejarah manusia, alam dan kebudayaan 9. Sarana untuk bertaqwa dan bersyukur kepada Tuhan YME.

Museum Negeri Mpu Tantular merupakan Museum umum tingkat Propinsi yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di Bidang kebudayaan dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang berada di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan. Museum negeri Mpu Tantular mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, perawatan, pengawetan, penyajian, penelitian koleksi dan penerbitan hasilnya, serta memberikan Bimbingan Edukatif Kultural dan penyajian rekreatif benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah yang bersifat regional.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Museum Negeri Mpu Tantular didukung oleh:

  1. KEPALA, yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas dan fungsi Museum di wilayah kerja Museum Negeri Mpu Tantular.

  2. SUB BAG TATA USAHA, mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga, registrasi dan dokumentasi koleksi, perpustakaan dan keamanan.
  3. KELOMPOK TENAGA TEKNIS, mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, perawatan, pengawetan penelitian, penyajian, dan Bimbingan Edukatif Kultural koleksi benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah.

Kelompok Tenaga Teknis pada Museum Negeri Mpu Tantular terdiri dari:

  1. Kelompok Tenaga Teknis Koleksi, mempunyai tugas mengumpulkan, meneliti dan mengolah koleksi benda yang mempunyai nilai budaya dan ilmiah.

  2. Kelompok Tenaga Teknis Konservasi/Preparasi mempunyai tugas merawat, mengawetkan dan menyajikan koleksi pada ruang Pameran. Jadi Tanggung jawab dan tugasnya meliputi melakukan konservasi, preparasi, restorasi dan reproduksi koleksi serta persiapan tata pameran.
  3. Kelompok Tenaga Teknis Bimbingan Edukasi, tugasnya meliputi: kegiatan bimbingan dengan metode edukatif kultural, penerbitan, pemberian informasi atau penerangan koleksi museum kepada masyarakat pengunjung museum dan publikasi. Bimbingan edukasi mempunyai peran untuk mengkomunikasikan dan mentransformasikan nilai-nilai budaya yang ada pada museum kepada masyarakat.

SUMBER-SUMBER BENDA KOLEKSI MUSEUM MPU TANTULAR

  1. Hasil penyerahan dari koleksi Het provincial Stedelijk Historisch Museum Surabaya yang didirikan oleh GH. VON VABER tahun 1937
  2. Hasil kerja sama dengan Komando Daerah Kepolisian Jawa Timur, yaitu benda-benda yang sudah selesai di proses melalui jalur hukum. Untuk pengamanan dan perawatan diserahkan kepada museum sebagai koleksi untuk dinikmati masyarakat.
  3. Hasil penyerahan dari masyarakat, baik dengan memberikan imbalan jasa kepada pemiliknya ataupun penyerahan tanpa imbalan (hibah)
  4. Hasil pengadaan koleksi dari museum Mpu Tantular

SEJARAH BERDIRINYA MUSEUM NEGERI MPU TANTULAR

Pada dasarnya Museum Negeri mpu Tantular adalah kelanjutan dari Stedelijk historisch Museum Surabaya, yang didirikan oleh Von Vaber berkebangsaan Jerman yang sudah menjadi warga Surabaya. Lembaga Kebudayaan ini didirikan tahun 1933, namun baru diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937 di gedung sendiri di Jalan Pemuda 33 Surabaya. Sebelum Von Vaber sampai kepada ide untuk mendirikan Museum, terdapat pemikiran/ide-ide yang pokoknya sbb:

  1. Mengungkapkan sejarah kota Surabaya sebagai kota kelahiran.
  2. Mempersembahkan padanya suatu Lembaga Kebudayaan yang pada akhirnya diwujudkan dalam bentuk museum.

Usaha-usaha ini dimulai sejak tahun 1922 dimana Von Vaber mulai mengumpulkan data secara sistimatis untuk dipergunakan sebagai bahan penulisan kitab "OLD SURABAYA" (Surabaya Lama). Setelah buku tersebut dapat diterbitkan, langkah berikutnya adalah penulisan kitab "NEW SURABAYA" yang diterbitkan tahun 1933.

Museum yang dirintis oleh Von Vaber dimulai dengan wujud yang sangat kecil dalam suatu ruangan di Readhuis Ketabang. Tempat ini sesungguhnya jauh dari apa yang diharapkan. Kemudian muncul tawaran dari Nyonya Janda Han Tjiong King untuk menempatkan museum itu dalam suatu ruangan di Tegal Sari yang luasnya 5 kali luas ruangan yang semula. Karena perkembangan Museum tersebut, ruangan yang ada dirasakan kurang memadai, untuk itu diusahakan agar mendapat ruangan yang lebih luas dan memadai untuk Museum. Usaha tersebut dapat terlaksana dengan diperolehnya sebuah bangunan baru di jalan Simpang (sekarang jalan Pemuda 3 Surabaya) dan dibiayai oleh dana yang terkumpul dari masyarakat. Tata ruangan museum ini mempunyai suatu ruangan koleksi, Perpustakaan, Ruang kantor, Auditorium. Untuk penyempurnaan museum yang dipimpinnya, Von Vaber banyak mengadakan hubungan internasional, namun sebelum cita-citanya tercapai, Von Vaber meninggal pada tanggal 30 September 1955. Sepeninggal Von Vaber museum tersebut tidak terawat, koleksi-koleksinya banyak yang rusak dan hilang. Kemudian museum ditempatkan dibawah Yayasan Pendidikan Umum yang menjaga kelangsungan hidup museum. Kenyataannya mengalami banyak kesulitan karena kekurangan biaya. Usaha untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Jawa Timur dilakukan pada tahun 1964 yang pada saat itu Ketua Yayasan Bapak Prof Dr. M. Soetopo. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk perbaikan dan pengamanan serta rehabilitasi gedung. Setelah dilingkungan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan terbentuk suatu Direktorat Permuseuman, perhatian Pemerinrah terhadap Museum yang dikelola Yayasan Pendidikan Umum dapat lebih intensif dan serius. Bantuan-bantuan diusahakan baik dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemerintah Daerah. Museum Pendidikan Umum dibuka secara umum tanggal 23 Mei 1972 dan diresmikan dengan nama "Museum Jawa Timur". Selanjutnya timbul inisiatif untuk menyerahkan Lembaga Kebudayaan ini kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur. Dalam proses penegerian selanjutnya Yayasan Pendidikan Umum bekerja sama dengan perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Kantor Pembinaan Permuseuman. Adapun hasilnya yang dicapai adalah terbitnya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 13 Februari 1974 Nomor 040/C/1974. Sejak saat itu Museum Jawa Timur berstatus Museum Negeri. Peresmian dilakukan tanggal 1 Nopember 1974 dengan serah terima dari Ketua yayasan Pendidikan Umum untuk Kebudayaan yaitu Bapak R. Banu Iskandar kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan Bapak Prof. Dr. I.B. Mantra. Selanjutnya museum Jawa Timur diresmikan dengan nama "Museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular" dengan lokasi di jalan Pemuda 3 Surabaya. Karena bertambahnya koleksi pertengahan bulan September - Oktober 1975 Museum dipindahkan ke tempat yang lebih luas yaitu di Jalan Taman Mayangkara No.6 Surabaya yang peresmiannya pada tanggal 12 Agustus 1977 oleh Gubernur Jawa Timur Bapak Sunandar Priyosudarmo.

ARTI dan MAKSUD pemberian nama MPU TANTULAR pada Museum Negeri Jawa Timur.

Terpilihnya nama MPU TANTULAR pada Museum Negeri Jawa Timur ialah dengan maksud mengabdikan pandangan hidupnya yang hingga kini tetap terwujud dalam nasional Power Element bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika. Mpu Tantular adalah seorang Pujangga Jawa Timur yang hidup dalam pertengahan abad XIV, pada saat sedang menelusuri garis lintas sejarah Majapahit menuju puncak kejayaannya dan kemegahan penuh wibawa. Nama Mpu Tantular sebagaimana halnya nama-nama Pujangga Kuno masa Jawa Timur pada umumnya, mengandung suatu pengertian yang tersembunyi mendukung suatu cita-cita pandangan hidup maha tinggi sesuai dengan tujuan agama/kepercayaan yang dianut pada jamannya. Dalam hal ini Tantular berarti tak tertulari, tak tergoyahkan, tak menyimpang, tak berubah, jadi tetap mengkhusukkan diri, tetap tekun pada ajaran agama sesuai dengan jalan Yoga untuk mencapai kebebasan menuju kelanggengan hidup abadi.



Sumber :
Buku petunjuk singkat mengunjungi Museum Negeri Propinsi Jawa Timur MPU TANTULAR 1996
(Museum Negeri Propinsi Jawa Timur Mpu Tantular)

0 comments:

Post a Comment

 

Skripsi KITA

Site Info

Antropologi, Budaya dan Sejarah Copyright © 2010 Akran Mogerz is Designed by Akran Mogerz for About Me