Wednesday, June 3, 2009

Penemuan Fosil Predator Purbakala



Todd Marshall/Project Exploration
Ilustrasi bentuk muka Eocarcharia dinops (kiri) dan Kryptops palaois.

Di teriknya Gurun Sahara, para arkeolog menemukan tulang-belulang dua predator purba yang hidup 110 juta tahun lalu. Masing-masing panjangnya sekitar 7,5 meter dan berat antara 3-4 ton.

Salah satunya yang diberi nama Kryptops palaios memiliki tampang mirip seekor hyena, pemangsa bangkai yang memiliki moncong pendek. Lainnya, Eocarcharia dinops, memiliki deretan gigi-gigi tajam seperti pada ikan hiu. Para peneliti memperkirakan bahwa keduanya hidup berdampingan. Kryptops mungkin memangsa bangkai yang ditinggalkan Eocarcharia.

Kryptops yang berarti wajah tersembunyi dipilih sebagai namanya karena mukanya diselimuti jaringan keras seperti pada tanduk yang disebut keratin. Hewan yang berkaki dua dan dapat bergerak cepat ini memang ahli menggerogoti.



Ia memiliki rangkaian gigi tajam yang seragam. Dengan moncongnya yang pendek, Kryptops mungkin memasukkan kepalanya ke tubuh bangkai yang menjadi mangsanya.

Sementara Eocarcharia atau berarti hiu permulaan khas dengan gigi pedang yang tajam dan tulang dahi menonjol. Giginya berselang-seling atas bawah sehingga pasti sangat mematikan saat menggigit.

“Mereka adalah dua di antara tiga yang kami gali. Menemukan tiga predator besar di area sini adalah sesuatu yang luar biasa,” ujar Paul Sereno. Sereno melaporkan hasil penggaliannya selama tahun 2000 itu dilaporkan dalam jurnal Acta Paleontological Polonica.

Predator ketiga, seekor predator menyerupai buaya yang besarnya du akali lipat buaya sekarang dan berpunggung kail. Predator pemakan ikan yang diberi nama Suchomimus, berarti menyerupai buaya, ini ditemukan lebih dulu pada tahun 1997 di Nigeria.

Hewan-hewan tersebut hidup di daratan bagian selatan Afrika yang sekarang disebut Gondwana. Ia menguasai benua di belahan selatan Bumi di Zaman Cretaceous saat mulai terbentuk benua-benua di permukaan Bumi.
“Tidak ada satupun yang mirip dengannya pada Zaman Cretaceous di Amerika Utara karena baru berkembang, tyrannosaurus muncul dan praktis menjadi satu-satunya dinosaurus predator besar ,” ujar Sereno. yu/re

0 comments:

Post a Comment

 

Skripsi KITA

Site Info

Antropologi, Budaya dan Sejarah Copyright © 2010 Akran Mogerz is Designed by Akran Mogerz for About Me