Saturday, March 26, 2011

Teori Evolusi Diverensial dalam Antropologi

Antropologi Indonesia - Teori Evolusi Diverensial dalam Antropologi *)
*)Tulisan ini diambil dari materi perkuliahan yang dibawakan oleh DR. Munsi Lampe, MA. Tahun dan tempat tidak diketahui.

Dalam teori ini, dianut anggapan bahwa kecepatan evolusi atau perkembangan dari setiap unsur kebudayaa itu berbeda-beda, dalam suatu kebudayaan. Misalnya kebudayaan bugis, makassar, yang memiliki kelebihan masing-masing. Ada kepercayaannya, teknologinya, bahasanya. Bahkan bahasa dapat dikatakan sangat lambat perubahannya, bahkan jika dibandingkan dengan kepercayaan. Karena entah sudah berapa tahun orang menggunakan bahasa bugis yang hingga kini masih didapatkan. Memang ada beberapa kata asing yang dimasukkan tetapi bukan berarti hilang sama sekali. Dibandingkan dengan agama yang cenderung cepat berubah seperti ketika masa penaklukan bangsa-bangsa di luar Eropa, di mana masyarakat jajahan kemudian pindah dari satu agama ke agama lainnya. Tetapi bahasa, seperti misalnya di Indonesia yang dijajah oleh Belanda selama ratusan tahun, toh bahasa daerah tetap bertahan dan kita tidak menggunakan bahasa Belanda. Perubahan atau evolusi bahasa itu sulit untuk diukur, meskipun bahasa dan seni merupakan evolusi terpenting dalam kehidupan manusia. Dapat dikatakan bahwa timbulnya bahasa sama dengan munculnya mahluk Homo Sapiens setelah evolusi mahluk primat selesai. Perkembangan bahasa hanya terjadi pada aspek pengayaan kata dan penghalusan struktur atau gramatika.
Setiap unsur kebudayaan dalam suatu etnik sudah mengalami dinamika. Sehingga banyak kelompok-kelompok etnik ditandai dengan dinamikanya. Kita kemudian dapat membandingkan bahwa suatu etnik telah lebih maju dari yang lain. Demikian pula dengan teknologi yang semakin maju. Sehingga hampir semua etnik di Sulawesi Selatan misalnya, seperti sudah sama saja, yang berbeda hanya bahasa. Dan agama pun, dahulu agama kita lain, kemudian berubah dengan agama islam, kristen, dsb. Tetapi bahasa yang jauh lebih dahulu telah terbentuk masih tetap langgeng. Jadi bahasa merupakan unsur kebudayaan yang paling sulit berubah, dan sekaligus menjadi penanda etnik. Jadi kelemahan atau kesalahan dari tiga teori evolusi sebelumnya adalah karena ke tiganya tidak mengukur kecepatan dan perbedaan kecepatan yang terjadi pada setiap unsur kebudayaan.
Munculnya perbedaan pandangan dari ke-4 teori evolusi ini karena perbedaaan kejelian dari masing-masing ahli yang mencetuskannya. Lahirnya teori evolusi baru disebabkan karena ahli lain menganggap teori yang dihasilkan pendahulunya kurang dapat menjelaskan fenomena perkembangan atau perkembangan kebudayaan. Teori sebelumnya terlalu menyederhanakan, atau keliru. Tetapi tidak berarti munculnya sebuah teori evolusi baru membatalkan teori sebelumnya. Misalnya teori keluarga dari Bachoven yang mengatakan bahwa kelurga terbentuk dari prosews evolusi dari promiscuetet, matrilineal, patrilineal kemudian berakhir pada parental. Teori ini seperti sangat menyederhanakan dan memastikan proses itu terjadi pada semua keluarga. Padahal hal itu bisa saja terbalik kejadiannya. Bisa saja ketika sampai pada fase matrilineal, kemudian terjadi percabangan. Bisa juga dari Promiscuetet, ada yang kemudian menjadi matrilineal, dan ada yang langsung membentuk patrilineal. Kemudian itu bisa bercabang lagi...
Tetapi sebetulnya, kesenian amat berkaitan dengan ekonomi. Sehingga sulit bagi kita untuk memisahkan antara unsur-unsur kebudayaan, dan konsekuensinya adalah bahwa sulit menentukan mana unsur kebudayaan yang lebih maju perkembangannya dari sudut evolusinya, karena semuanya saling terkait. Jadi teori evolusi diverensial juga masih mengandung kekeliruan karena tidak dapat menentukan secara jelas mana unsur kebudayaan yang paling laju evolusinya. Karena itu mungkin yang tepat digunakan adalah teori evolusi multilineal yang bercabang-cabang.
Ciri evolusi adalah bahwa perubahan yang terjadi tidak disadari oleh masyarakat dari kebudayaan yang mengalaminya. Tidak dapat disadari karena dalam satu tahap evolusi, dialami oleh beberapa generasi. Kedua ada perubahan bentuk yang kita lihat. Kemudian kekuatan yang menjadi faktor penggerak adalah faktor internal yaitu alam. Jadi alam memberikan tantangan, dan manusia mencoba atau berusaha mempertahankan hidup, yang disebut adaptasi. Penyesuaian itu sangat lambat. Misalnya penyesuaian secara biologi. Jadi ransangan untuk berkembang dalam evolusi adalah ransangan internal. Kalau revolusi disebabkan oleh banyak faktor yang berasal dari dalam maupun dari luar. Ciri lain dari evolusi adalah bahwa ada kesinambungan antara satu kenyataan dan kenyataan setelahnya. Kelemahan utama dari teori evolusi adalah karena menafikan adanya pengaruh dari luar yang disebabkan oleh terjadinya kontak-kontak kebudayaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan komparatif khususnya teori evolusi universal. Kalau teori evolusi diverensial relatif tidak menggunakan metode komparatif karena ada premis bahwa subsistem itu lebih mengarah kepada adaptasi alam sehingga kalau alamnya lain tidak bisa dikomparasikan. Bisa juga dikomparasikan misalnya kalau orang itu tinggal di puncak gunung, menggunakan pakaian tebal.
Teori evolusi sosial budaya merupakan tiruan dari teori evolusi biologi. Bagaimana teori evolusi biologi itu, evolusi biologi berasumsi bahwa evolusi biologi dari mahluk primat ke mahluk yang lebih sempurna, termasuk manusia dari Homosapiens, merupakan hasil dari seleksi alam. Jadi ada dua seleksi, yaitu seleksi internal atau adaptasi internal dan adaptasi terhadap lngkungan luar. Jadi ada perubahan-perubahan dari fisiologis manusia atau studi mahluk sehingga tubuh mahluk itu sendiri harus menyesuaikan diri dengan kondisi alam sehingga akan semakin kompleks sel-sel di dalam tubuhnya . kemudian ritangan-rintangan atau hambatan-hambatan lingkungan seperti cuaca, topografi, perubahan iklim, merupakan seleksi yang sangat besar, oleh karena itu membentuk juga fisik ini menjadi lebih kompleks lagi, sehingga timbul suatu asumsi mengatakan bahwa hanya sel-sel, atau gen-gen yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan internal atau eksternal yang dapat bertahan, sedangkan yang tidak, akan punah. Ini kemudian diadopsi dalam penjelasan evolusi kebudayaan. Jadi ada banyak unsur-unsur kebudayaan dari suatu kelompok etnis atau suatu kelompok masyarakat, yang sebetulnya sudah jadi atau setengah jadi, tetapi kemudian menghadapi suatu rintangan yang sangat berat, sehingga diberhentikan. Adapula kelompok-kelompok biologi, spesis-spesis yang kemudian menjadi punah karena tidak sesuai dengan kondisi alam. Ini sesuai pula dengan teori fungsi, bahwa suatu ide, atau perilaku atau karya, kalau tidak bisa memecahkan persoalan, tidak difungsikan lagi karena ketidak mampunya memenuhi kebutuhan manusia, khususnya kebutuhan dasar.
Untuk zaman sekarang ini, terlalu cepat orang mengganti unsur-unsur yang dimilikinya, karena biasanya bukan hanya sudah tidak cocok lagi, tetapi dapat juga karena ada yang lebih baik dan lebih efektif digunakan. Dalam konteks ini kita tidak lagi dapat menggunakan teori evolusi, tetapi lebih tepat bila digunakan teori difusi.
Dalam kajian religi, mundurnya atau menghilangnya suatu kepercayan dapat diakibatkan oleh semakin banyak unsur dalam kepercayaan tersebut mulai hilang. Ini disebabkan terjadinya ekspansi kepercayaan dari luar. Seperti misalnya daerah toraja, mulai barat sampai timur, hampir semua berbatasan dengan Duri, beragama Islam, meskipun dia termasuk daerah tator. Itu terutama terjadi di zaman gerombolan. Sebelumnya mereka itu penganut agama Aluk’Todolo. Hanya saja tidak sama dengan yang di daerah selatan. Di sana kerukunan antara umat beragama sangat tinggi. Karena mereka adalah orang-orang serumpun. Jadi bila di daerah itu dilaksanakan upacara rambu Solo, orang atau keluarga yang beagama islam juga ikut menyumbang. Tetapi caranya menyumbang tidak sama mereka yang menganut Aluk’Todolo, artinya adalah ada semacam hutang, misalnya kita juga harus membayar atau menyumbang seekor kerbau yang tanduknya memiliki beberapa ruas, mereka sekedar menyumbang saja, bisa sapi, bisa kerbau tetapi tidak berupa babi karena dilarang dalam agama Islam, tetapi tidak diukur lagi besarnya atau beratnya. Jelas ini merupakan kemerosotan dalam hal jumlah populasi penganut ajaran tersebut. Tetapi ini bisa mempengaruhi juga kadar keyakinan penganutnya, karena semakin tergerogoti oleh berpencarnya para penganut, sehingga bisa saja mempengaruhi bahwa ada unsur-unsur yang semakin lama semakin ditinggalkan. Sehingga kemudian penganut lain mencoba mempertahankan intinya saja, sedangkan yang tidak prinsipil tidak dilakukan lagi. Demikian pula dengan agama kristen yang secara halus menggerogoti itu. Yang masih menguntungkan adalah konsep-konsep pelestarian budaya yang memang lahir dari dari kebijakan pemerintah. Dengan alasan bahwa budaya itu adalah identitas Nasional dan untuk tujuan pengembangan pariwisata, yang dari segi ekonomi sangat potensil, sehingga penganutnya kembali berbesar hati, yang tadinya sudah mulai surut. Itu suatu proses dalam evolusi, merosot dan akhirnya hilang.
Kalau dalam hal kepercayaan-kepercayaan tertentu juga, seperti sinkritisme seperti misalnya di Enrekang yang masih menganut kepercayaan dalam hal upacara pemakaman yang dipadukan dengan tradisi pemakaman Islam. Pada saat dilaksanakan, terdapat pembacaan ayat-ayat, namun juga terdapat suatu tatacara yang sangat prosedural. Lama kelamaan semakin terkikis dan akhirnya penganutnya yang juga mulai masuk dalam kelompok Muhammadiyah meninggalkannya. Seperti misalnya seorang imam yang juga bertindak sebagi dukun yang biasa memimpin upacara penguburan di Enrekang, yang sebetulnya merupakan warga Muhammadiyah. Tetapi karena dia tidak mau kehilangan hubungan-hubungan kekeluargaan dengan kerabat lainnya yang masih menganut kepercayaan itu, maka bila dia di panggil dia mengatakan karena sekarang sudah sulit mencari unsur-unsur dari alat-alat upacara, maka kita lakukan saja intinya. Ini berarti sudah ada yang hilang dari kepercayaan itu. Kemudian dia berpesan kepada anaknya, bahwa kalau dia meninggal makam saya seperti orang Islam umumnya dan jangan dengan upacara seperti itu lagi. Hanya karena hubungan keluarga saja maka dia melakukan tugas keagamaanya berdasarkan kepercayaan lama. Bila itu terjadi, maka penganut kepercayaan tersebut tentunya akan kehilangan dukun, karena satu persatu meninggal dunia atau meninggalkan upacara tersebut. Jadi yang mengikis itu adalah pengaruh dari luar dan karena mereka sendiri merasakan bahwa hal itu tidak lagi dapat memecahkan persoalan hidup mereka, sehingga kemudian tujuannya bergeser dan berusaha mencari pengganti kalau tidak dapat mengubahnya sendiri. Jadi baik dari perspektif fungsional maupun asumsi-asumsi evolusi memang sangat dibenarkan bila banyak unsur-unsur kebudayaan yang lama merosot. Hanya umumnya tidak dikatakan demikian karena evolusi itu bergerak maju. Kalau kemudian ada yang ditinggalkan tidak diartikan sebagai suatu kemerosotan karena ada penggantinya. Penggunaan kata merosot disebabkan karena kita kemudian membandingkan masa sebelumnya dengan kondisi yang kita alami dengan sekarang, sehingga kita mengatakan bahwa dulu masih baik. Lalu kita memimpikan situasi lama yang sering kita dengar lewat cerita-cerita orang tua kita. Menurut ahli evolusi Cina, bahwa eropa memiliki evolusi biologi yang melompat-lompat karena terlalu banyak rintangan alam yang dihadapi dalam waktu yang sangat singkat, sehingga hasilnya kasar. Tentunya pandangan ini sangat etnosentris.
Zaman revolusi industri adalah zaman yang menghapus dominasi agama di Eropa. Zaman ini melahirkan paham theisme yang menganggap bahwa Tuhan itu ada tetapi dia tidak turut campur dalam urusan dunia.
Tidak semua penganut teori evolusi biologi dapat dikatakan atheis, sebab para filsuf di Eropa yang menganut teori ini tetap menganggap bahwa ada prima kausa atau penyebab pertama dan ciptaannya itulah yang berproses sehingga evolusi itu terjadi.

14 comments:

Anonymous said...

They're free weights as a result after you raise dumbbells you employ your stabilizing muscle tissue that has a substantially bigger effect on your energy, equilibrium and posture.

Feel free to surf to my webpage :: just click the next website page

Anonymous said...

Contemplate gonna acquire the decision early as with every single day you will be missing the good characteristics together with the physical fitness that you simply have aimed
of.

My homepage adjustable dumbbells

Anonymous said...

Training for gals about 40 ought to incorporate 3 days each week of bodyweight lifting.


My website ... free weights for sale

Anonymous said...

The degree of resistance is usually improved from the very low of 5
lbs . to the substantial of 410 pounds about the PR3000, 210 lbs .

to the PR1000.

Have a look at my blog post: bowflex selecttech 552 dumbbells

Anonymous said...

Components to look at include your conditioning level, house atmosphere, exercise routines, goals, and finances.



My web blog; http://www.getfitnstrong.com/adjustable-dumbbells/weight-sets-sale/

Anonymous said...

Like clever you could get grips that make it easier to in undertaking thrust ups but however if done appropriately its
very little but operate of some sensible piping with no
shedding any of the rewards in the products accessible inside the sector.


Here is my page - dumbbell set with rack

Anonymous said...

Muscle mass power and endurance are connected,
and enhanced by resistance teaching, these as weight
lifting.

my page; similar internet site

Anonymous said...

First off, hold in mind that compared with a daily
treadmill, the Bowflex Treadclimber is reduced impact.


my homepage bowflex selecttech 552

Anonymous said...

That could be a typical phrase listened to at fitness centers all over the nation.


my web site; mouse click the up coming webpage

Anonymous said...

In case you have observed that preceding gym machines hasn't been productive in making your final results then this short article addresses that with fantastic alternate options for you to test which can be perfect for home.

Also visit my weblog bowflex 552 selecttech dumbbells

Anonymous said...

Resistance bands are an excellent alternative
for a several reasons.

my blog post - click through the next document

Anonymous said...

In almost any type of workout for triceps it is very important that the shoulder
joint will not move, and also there need to be no motion while in the
arm above the elbow, otherwise the advantages from the training are decreased.


Feel free to visit my web-site :: bowflex selecttech 552 adjustable dumbbells pair

Anonymous said...

When you choose to appear into compound workouts, some examples
could well be the back again row, the bench push plus
the squat.

My webpage; http://www.getfitnstrong.com/adjustable-dumbbells/

Anonymous said...

The point that the whole world is actually a peculiar location is emphasized with the numerous wellbeing crazes that seem in several nations amid a sea of chubby and overweight folks.


My page: Suggested Webpage

Post a Comment

 

Skripsi KITA

Site Info

Antropologi, Budaya dan Sejarah Copyright © 2010 Akran Mogerz is Designed by Akran Mogerz for About Me